Sabtu, 03 Mei 2014

FAPERTA Gelar Diskusi Internasional

Sabtu, 19 April 2014 lalu mungkin menjadi hari yang istimewa bagi segenap civitas akademika Fakultas Pertanian. Pasalnya pada hari tersebut Fakultas kedatangan tamu dari luar negeri. Setidaknya ada tujuh mahasiswa asing berkunjung ke Fakultas yang akan merayakan ulang tahun ke 19-nya 1 Juni nanti. Mengusung tema “Impact of climate change on organic farming and the use of bio resource”” acara berlangsung khidmat meski dalam pertemuan tersebut digunakan bahasa asing (inggris-red).  Rasa bangga tak bisa disembunyikan oleh beberapa mahasiswa Fakultas Pertanian yang hadir, mereka tak canggung berbicara dengan bahasa asing dan bahkan mengajak foto bersama mahasiswa asing yang hadir. Seolah tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk berdiskusi dengan mahasiswa asing, utamanya saling bertukar informasi dan mengenal budaya masing masing Negara.

Dalam acara yang digagas oleh Bidang Hubungan Internationall UMP dan bekerja sama dengan Griya Yatim Dhuafa dan Solidarity International  Auxiliary Provider (SIAP) ini mahasiswa fakultas pertanian diajak berdiskusi mengenai sumber daya alam dan pangan organic sebagai upaya menunjang pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture). Adalah mahasiswa berkebangsaan Afganistan dan Uzbekistan yang menjadi pembicara dalam diskusi tersebut. Mereka berdua adalah mahasiswa asing yang saat ini menempuh studi strata 1 dan 2 di Institut Pertanian Bogor. Diskusi sendiri berjalan menarik dengan beberapa pertanyaan yang dilayangkan peserta. Usai diskusi, acara kemudian berlanjut dengan makan siang bersama dan ramah tamah. Salah satu mahasiswa asing yang berhasil di wawancara tim safana adalah Muhammad Ali, mahasiswa asal Afganistan yang sudah 1,5 tahun berada di Indonesia ini mengaku tertarik belajar di Indonesia karena kekayaan budaya Indonesia dan keramahan orang Indonesia. “I like Indonesia, Indonesia has so many amazing culture and friendly people” ujar Ali berbahasa asing.


Kedepanya acara seperti mesti ditingkatkan. Pasalnya dalam acara berskala internasional seperti inilah mahasiswa fakultas pertanian dapat mempersiapkan diri dalam persaingan global, dimana mahasiwa tidak hanya dituntut dalam penguasaan materi tetapi juga kemampuan komunikasi berbahasa asing. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur BEM Fakultas Pertanian, Nansi Febriantika. “Diskusi dengan orang asing akan membuat wawasan kita meningkat. Era globalisasi menuntut mahasiswa pandai berbahasa asing, selain menguasai bidang ilmunya”. Senada dengan itu, wakil dekan III Fakultas Pertanian, Sulistiani Budiningsih juga mengatakan betapa pentingnya iven internasional ini digelar. Hal ini juga untuk mewujudkan upayanya menjadikan UMP sebagai world class university.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar