Sabtu, 19 April 2014 lalu mungkin menjadi hari yang istimewa
bagi segenap civitas akademika Fakultas Pertanian. Pasalnya pada hari tersebut
Fakultas kedatangan tamu dari luar negeri. Setidaknya ada tujuh mahasiswa asing
berkunjung ke Fakultas yang akan merayakan ulang tahun ke 19-nya 1 Juni nanti. Mengusung
tema “Impact of climate change on organic
farming and the use of bio resource”” acara berlangsung khidmat meski dalam
pertemuan tersebut digunakan bahasa asing (inggris-red). Rasa bangga tak bisa disembunyikan oleh
beberapa mahasiswa Fakultas Pertanian yang hadir, mereka tak canggung berbicara
dengan bahasa asing dan bahkan mengajak foto bersama mahasiswa asing yang
hadir. Seolah tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk berdiskusi dengan
mahasiswa asing, utamanya saling bertukar informasi dan mengenal budaya masing
masing Negara.
Dalam acara yang digagas oleh Bidang Hubungan Internationall
UMP dan bekerja sama dengan Griya Yatim Dhuafa dan Solidarity International
Auxiliary Provider (SIAP) ini
mahasiswa fakultas pertanian diajak berdiskusi mengenai sumber daya alam dan
pangan organic sebagai upaya menunjang pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture). Adalah mahasiswa
berkebangsaan Afganistan dan Uzbekistan yang menjadi pembicara dalam diskusi
tersebut. Mereka berdua adalah mahasiswa asing yang saat ini menempuh studi
strata 1 dan 2 di Institut Pertanian Bogor. Diskusi sendiri berjalan menarik
dengan beberapa pertanyaan yang dilayangkan peserta. Usai diskusi, acara
kemudian berlanjut dengan makan siang bersama dan ramah tamah. Salah satu
mahasiswa asing yang berhasil di wawancara tim safana adalah Muhammad Ali, mahasiswa asal Afganistan yang sudah
1,5 tahun berada di Indonesia ini mengaku tertarik belajar di Indonesia karena
kekayaan budaya Indonesia dan keramahan orang Indonesia. “I like Indonesia,
Indonesia has so many amazing culture and friendly people” ujar Ali berbahasa
asing.
Kedepanya acara seperti mesti ditingkatkan. Pasalnya dalam
acara berskala internasional seperti inilah mahasiswa fakultas pertanian dapat
mempersiapkan diri dalam persaingan global, dimana mahasiwa tidak hanya
dituntut dalam penguasaan materi tetapi juga kemampuan komunikasi berbahasa
asing. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur BEM Fakultas Pertanian, Nansi
Febriantika. “Diskusi dengan orang asing akan membuat wawasan kita meningkat. Era
globalisasi menuntut mahasiswa pandai berbahasa asing, selain menguasai bidang
ilmunya”. Senada dengan itu, wakil dekan III Fakultas Pertanian, Sulistiani
Budiningsih juga mengatakan betapa pentingnya iven internasional ini digelar. Hal
ini juga untuk mewujudkan upayanya menjadikan UMP sebagai world class university.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar