Sabtu, 26 April 2014

Gandeng ISMPI, BEM Pertanian UMP Panen Raya Bersama Petani Banyumas

Pemandangan tak seperti biasa terjadi di sawah milik warga di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas Kamis, 3 April lalu. Pasalnya sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) dan BEM Pertanian UMP terlihat bersama warga memanen padi yang telah menguning. Para mahasiswa tersebut hadir dalam acara panen raya padi di banyumas. Terlihat kedekatan mahasiswa dengan petani kian akrab saat mere
ka bersama memanen padi di tengah teriknya mentari siang itu. Tak hanya turun ke sawah dan memanen langsung padi, para mahasiswa tersebut juga mengadakan dialog singkat dengan para petani sebagai upaya untuk bertukar informasi antar praktisi dan akademisi. Yang istimewa, padi yang dipanen merupakan padi sehat yang teknologi penanamanya sudah menggunakan teknologi ramah lingkungan berorientasi pada keseimbangan agroekologi.
Dalam acara yang dihadiri langsung Sektratis Jendral ISMPI itu, mahasiswa berkesempatan belajar dan mengenal lebih dekat dengan petani dalam rutinitas kesehariannya. “Mahasiswa (pertanian) adalah penyambung lidah petani, jadi mesti tau betul permasalahan petani, tak cukup itu, dengan dialog kita juga belajar dari petani” ungkap Sekjend ISMPI, Ananda Bahri. Menurut pemuda yang masih tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Syah Kuala ini diperlukan sinergi dari berbagai aspek untuk menuju Indonesia berkedaulatan pangan. “Kedualatan pangan bukan hanya isu nasional, tapi juga cita-cita nasional. Keterwujudanya bukan hanya butuh waktu, tapi juga kerja keras dari berbagai bidang” Imbuh Anton Margono, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pertanian periode 2013-2014. Menurutnya, petani adalah pelaku utama dan kunci dari semuanya.

Selamat dari  wereng, ditengah mewabahnya hama wereng yang memaksa sejumlah petani gagal panen, petani organik di Kecamatan Kebasen patut bersyukur lantaran mereka tetap panen meski wereng menggejala di hampir seluruh wilayah Banyumas. Kecemasan akan kegagalan panen ini tidak hanya dirasakan petani, Kepala Bapeluh yang  kala itu hadir, Ir. Widarso, MM, juga sempat khawatir Banyumas tidak bisa panen akibat serangan wereng. Namun kekhawatiran itu tidak terwujud setelah kerja keras petani mampu meminimalisir dampak buruk serangan hama wereng. Warga mengaku tak mempunyai resep khusus untuk mengatasi serangan hama wereng tersebut. selama ini warga hanya berusaha mempertahankan musuh alami sehigga tidak terjadi ledakan populasi pada hama tertentu. Selain itu, warga juga menggunakan pestisida nabati untuk mengendalikan hama yang menyerang sehingga kasus resistensi yang kerap terjadi dapat ditekan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar