Gandeng
ISMPI, BEM Pertanian UMP Panen Raya Bersama Petani Banyumas
Pemandangan
tak seperti biasa terjadi di sawah milik warga di Kecamatan Kebasen Kabupaten
Banyumas Kamis, 3 April lalu. Pasalnya sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam
Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) dan BEM Pertanian UMP
terlihat bersama warga memanen padi yang telah menguning. Para mahasiswa
tersebut hadir dalam acara panen raya padi di banyumas. Terlihat kedekatan
mahasiswa dengan petani kian akrab saat mere
ka bersama memanen padi di tengah
teriknya mentari siang itu. Tak hanya turun ke sawah dan memanen langsung padi,
para mahasiswa tersebut juga mengadakan dialog singkat dengan para petani
sebagai upaya untuk bertukar informasi antar praktisi dan akademisi. Yang
istimewa, padi yang dipanen merupakan padi sehat yang teknologi penanamanya
sudah menggunakan teknologi ramah lingkungan berorientasi pada keseimbangan
agroekologi.
Dalam
acara yang dihadiri langsung Sektratis Jendral ISMPI itu, mahasiswa
berkesempatan belajar dan mengenal lebih dekat dengan petani dalam rutinitas kesehariannya.
“Mahasiswa (pertanian) adalah penyambung lidah petani, jadi mesti tau betul
permasalahan petani, tak cukup itu, dengan dialog kita juga belajar dari petani”
ungkap Sekjend ISMPI, Ananda Bahri. Menurut pemuda yang masih tercatat sebagai
mahasiswa di Universitas Syah Kuala ini diperlukan sinergi dari berbagai aspek
untuk menuju Indonesia berkedaulatan pangan. “Kedualatan pangan bukan hanya isu
nasional, tapi juga cita-cita nasional. Keterwujudanya bukan hanya butuh waktu,
tapi juga kerja keras dari berbagai bidang” Imbuh Anton Margono, Ketua Dewan
Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pertanian periode 2013-2014. Menurutnya, petani
adalah pelaku utama dan kunci dari semuanya.
Selamat dari wereng,
ditengah mewabahnya hama wereng yang memaksa sejumlah petani gagal panen,
petani organik di Kecamatan Kebasen patut bersyukur lantaran mereka tetap panen
meski wereng menggejala di hampir seluruh wilayah Banyumas. Kecemasan akan
kegagalan panen ini tidak hanya dirasakan petani, Kepala Bapeluh yang kala itu hadir, Ir. Widarso, MM, juga sempat
khawatir Banyumas tidak bisa panen akibat serangan wereng. Namun kekhawatiran
itu tidak terwujud setelah kerja keras petani mampu meminimalisir dampak buruk
serangan hama wereng. Warga mengaku tak mempunyai resep khusus untuk mengatasi
serangan hama wereng tersebut. selama ini warga hanya berusaha mempertahankan
musuh alami sehigga tidak terjadi ledakan populasi pada hama tertentu. Selain
itu, warga juga menggunakan pestisida nabati untuk mengendalikan hama yang
menyerang sehingga kasus resistensi yang kerap terjadi dapat ditekan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar