Minggu, 10 Februari 2013


Pasca re-OR BEM Faperta UMP Tetap Loyo
    M
eski telah berganti tampuk kepemimpinan BEM Faperta UMP tetap terlihat kurang bergairah dalam menjalankan tugas-tugasnya. Banyaknya program kerja yang belum berjalan menjadi indikasi kurang gregetnya BEM Faperta UMP. Meski menyayangkan kinerja anak buahnya, gubernur BEM terpilih Muh. Misbah Azamani mengaku tak bisa berbuat banyak lantaran kurangnya SDM yang dialami oleh Fakultas Pertanian, dan diperparah dengan minimnya kesadaran mahasiswa Faperta dalam berorganisasi. Ketika di wawancarai oleh tim redaksi, Misbah begitu ia kerap disapa, mengatakan bahwa kesadaran adalah faktor kunci yang mendukung seorang mahasiswa untuk berorganisasi. Menurutnya mahasiswa yang berorganisasi akan mempunyai “ nilai lebih ” ketimbang mahasiswa yang pasif dalam organisasi terutama setelah wisuda. “Kalo ranahnya udah dunia kerja, maka nilai ijazah saja tidak begitu diperhitungkan” ujarnya. “Mau saya, mahasiswa Fakultas Pertanian itu aktif” pungkasnya.



                Mahasiswa Agribisnis semester empat ini terpilih menjadi gubernur BEM Faperta UMP usai  mengalahkan rivalnya mahasiswa semester empat Agroteknologi, Giarsiana Handoyowati pada re-OR yang di helat di sekretariat BEM Faperta UMP. Re-OR yang di gelar pada tanggal 12 November 2012 ini nampaknya tak mampu membawa perubahan berarti untuk kemajuan BEM Faperta.  “Kita tidak  bisa saling meyalahkan, ini menjadi masalah bersama yang harus segera kita cari permasalahanya” ujar seorang mahasiswa Faperta saat di tanya mengenai  loyonya  kinerja BEM Faperta UMP. [Redaksi]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar