Pasca re-OR BEM
Faperta UMP Tetap Loyo
|
|
eski telah
berganti tampuk kepemimpinan BEM Faperta UMP tetap terlihat kurang bergairah
dalam menjalankan tugas-tugasnya. Banyaknya program kerja
yang belum berjalan menjadi indikasi kurang gregetnya BEM Faperta UMP. Meski
menyayangkan kinerja anak buahnya, gubernur BEM terpilih Muh. Misbah Azamani
mengaku tak bisa berbuat banyak lantaran kurangnya SDM yang dialami oleh
Fakultas Pertanian, dan diperparah dengan minimnya kesadaran mahasiswa Faperta
dalam berorganisasi. Ketika di wawancarai oleh tim redaksi, Misbah begitu ia
kerap disapa, mengatakan bahwa kesadaran adalah faktor kunci yang mendukung
seorang mahasiswa untuk berorganisasi. Menurutnya mahasiswa yang berorganisasi
akan mempunyai “ nilai lebih ” ketimbang mahasiswa yang pasif dalam organisasi
terutama setelah wisuda. “Kalo ranahnya udah dunia kerja, maka nilai ijazah
saja tidak begitu diperhitungkan” ujarnya. “Mau saya, mahasiswa Fakultas Pertanian
itu aktif” pungkasnya.
Mahasiswa Agribisnis semester empat ini terpilih menjadi gubernur BEM Faperta UMP usai mengalahkan rivalnya mahasiswa semester empat Agroteknologi, Giarsiana Handoyowati pada re-OR yang di helat di sekretariat BEM Faperta UMP. Re-OR yang di gelar pada tanggal 12 November 2012 ini nampaknya tak mampu membawa perubahan berarti untuk kemajuan BEM Faperta. “Kita tidak bisa saling meyalahkan, ini menjadi masalah bersama yang harus segera kita cari permasalahanya” ujar seorang mahasiswa Faperta saat di tanya mengenai loyonya kinerja BEM Faperta UMP. [Redaksi]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar